Tafsir Mimpi Gajah (Menurut Tafsir Islam)


BERIKUT TAFSIR / MAKNA / GAJAH MENURUT TAFSIR ISLAM

TAKWIL MIMPI TENTANG GAJAH, BINATANG BIAS YANG MEMBAHAYAKAN, DAN ANAK-ANAKNYA. Kesemuanya itu mengandung ta'bir wacana orang lelaki yang banyak ucapannya, besar, keras dan berwibawa, sedangkan beliau bukan dari bangsa Arab. Bermimpi sesungguhnya beliau menaikinya (mengendarainya), atau memilikinya atau yang mendapatkannya atau yang mengaturnya pada selain urusan pertanian, maka ta'birnya ialah : beliau akan menjawab penguasa dengan kekerasan dan kemenangan, atau boleh juga beliau memerintah pada tempat dari negara selain Arab.
TAKWIL DREAMS OF ELEPHANTS, HAZARDOUS BIASS, AND CHILDREN. All of it contains ta'bir about the man who many words, big, hard and authoritative, while he is not from the Arabs. Dreaming he actually climbed it, or had it or who got it or who arranged it on other than agricultural affairs, then ta'bir is: he will answer the ruler with violence and victory, or he may rule on the region of a country other than Arabia.
Barang siapa yang bermimpi sesungguhnya beliau memakan daging gajah, maka sebagai ta'birnya beliau akan menerima uang dari penguasa berdasarkan kadar daging yang dimakannya. Sedemikian itu pulalah ta'birnya apabila beliau mengambil sesuatu dari rambutnya, atau kulitnya atau tulangnya, atau bahagian badan lainnya. 
Whoever dreams that he actually eats elephant meat, then as ta'birnya he will get money from the ruler according to the content of the meat he eats. So it is also his ta'bir when he takes something from his hair, or his skin or his bones, or any other part of the body.
Bermimpi berkendaraan gajah di dalam peperangan, maka mengandung ta'bir sebetulnya kekalahan ada pada pihak yang berkendaraan gajah.
Dreaming of driving an elephant in a war, it contains ta'bir that defeat is on the party who rode the elephant.


CERITERA
Diceriterakan sesungguhnya segolongan insan dari jazirah Shaqliyyah mengatakan, bahwa raja mereka bermaksud akan memerangi orang-orang Islam. Raja itu telah mempersiapkan angkatan bahari yang berjumlah besar. 
It is told that a group of people from the Shaqliyyah peninsula said that their king intended to fight against the Muslims. The king had prepared a large navy.
Pada suatu ketika Raja bermimpi, bahwa beliau mengendarai gajah sedangkan genderang dipukul dan .terompet ditiup di depannya. Ketika Raja bangkit dari tidurnya, maka beliau mendatangkan sebahagian dari para uskupnya (pembesar agama nasrani), dan mengkisahkan mimpinya pada mereka. Lalu mereka menunjukkan ta'bir suatu kemenangan dan kesuksesan dengan apa yang dicita-citakan raja mereka.
Once upon a time the King dreamed that he was riding an elephant while drums were beaten and blown in front of him. When the King awakens from his sleep, he brings a portion of his bishops (the principal of the Christian religion), and tells his dream to them. Then they give ta'bir a victory and success with what their king desires.
Kemudian dengan ta 'bir. mereka itu, rajanya minta bukti-buktinya. Dengan dasar yang mereka anggap sudah kuat, kemudian mereka menunjukkan alasan, bahwa gajah yaitu hewan darat yang paling besar dan paling kuat. Dan orang yang mengendarainya boleh bertindak keras dan menerima kemenangan. 
Then with ta 'beer. They, the king asked for the proof. On the basis of what they consider to be strong, then they give the reason, that the elephant is the largest and most powerful land animal. And the person who drives it can act hard and win.
Adapun genderang dan terompet sebagai instruksi wacana sukaria dan kegembiraan, serta kemasyhuran kerajaan. Tidaklah genderang dipukul dan terompet ditiup melainkan dihadapan para raja pada saat-saat bersukaria.
The drums and trumpets as a signal about joy and joy, and the fame of the kingdom. It is not a drum beaten and a trumpet blown but in the presence of kings in times of rejoicing.
Setelah mendengar ta'bir para uskup itu, raja merasa kagum dan memerintahkan mereka bubar serta memerintahkan pula untuk menghadirkan pendeta-pendeta orang Yahudi. Lalu mereka itu pun menta'birkan pula dengan kesuksesan dan kemenangan. 
After hearing the bishops' call, the king was amazed and ordered them to disperse and to order also to present the Jewish priests. Then they are also menta'birkan with success and victory.


Selanjutnya tidak ketinggalan pula, bahwa raja juga memerintahkan biar ulama' muslim dipanggil. Dan setelah mereka tiba menghadapnya, maka raja mengkisahkan lagi mimpinya kepada mereka, kemudian beliau menunjuk salah seorang diantara mereka yang paling alim untuk menunjukkan ta'bir dari mimpinya.
Furthermore, not to forget also, that the king also ordered that Muslim clerics are called. And after they came to him, the king recounted his dream to them, and he appointed one of the most pious to give ta'bir from his dream.
Kemudian Ulama' yang ditunjuk raja itu berkata : "Jikalau sekiranya paduka baginda raja menjamin keamanan terhadap diriku, pasti saya beritahukan kepada baginda wacana ta'birnya."
Then the cleric 'appointed by the king said: "If it were my king's favor in securing my security, I would tell the king about his ta'bir."
Ternyata raja menjamin keamanan dan bersumpah kepadanya. Dengan jalan demikian, Ulama' muslim itu berkata : "Wahai paduka Raja tidak kulihat wacana maksud baginda dan tujuan untuk keluar dari negeri baginda ini sesuatu kemenangan dan kebaikan apapun. Janganlah baginda kirimkan angkatan perang baginda itu. Karena sesungguhnya mereka itu tidak akan kembali pulang dan pasti dikalahkan dan disapu bersih. Dan janganlah baginda mempunyai salah dugaan dengan ta'bir ini.
Apparently the king guarantees security and swears to him. In that way, the Muslim cleric said: "O king, I do not see the purpose of your king and the purpose of leaving this land of victory and goodness, do not send him the army, for surely they will not return home and Must be defeated and swept clean, and do not mistake this ta'bir.
Kemudian raja itu bertanya : "Apakah bukti-buktimu ten-ang ta'bir ini?" Dia menjawab : Alloh. Karena Alloh swt telah berfirman :
Then the king asked: "What is your proof of this ta'bir?" He replied: Allah. Because Allah Almighty has said:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
Yang artinya :
"Apakah kau tidak memperhatikan, bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?"
Which mean :
"Have you not noticed how your Lord has acted against the army?"
Dan beliau membaca surat Al Fil hingga tamat.
And he read the letter of Al Fil to finish.
Raja berkata : "Ini yaitu dalilmu wacana gajah. Lalu apakah dalilmu wacana terompet?" Dia menjawab : "Dalilku yaitu Firman Allah swt, dalam surat Al Muddasir, ayat : 8-9-10."
The king said: "This is your argument about elephants, then what is your argument about the trumpet?" He replied: "My reason is the Word of Allah swt, in the letter of Al Muddasir, verse: 8-9-10."
فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ
فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ 
 عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ
Artinya :
"Apabila ditiup sangkakala, maka waktu yaitu waktu (datangnya hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah."  (Surat Al Muddafsir : 8-9-10).
Meaning:
"When the trumpet is blown, the time is the time (the coming of a hard day, for the unbelievers again it is not easy." (Surah Al Muddafsir: 8-9-10).


Ketika raja mendengar tanggapan Ulama' itu, maka terperanjatlah beliau dan di dalam hatinya terasa khawatir serta beliau tak mampu mengelaknya lagi. Kemudian raja berkata : "Wahai Syeikh, andaikata kau bukan dari golongan ummat Islam, pasti saya mempercayai ucapanmu itu. Akan tetapi sebenarnya kau merasa benci, andaikata kami memerangi orang-orang Islam."
When the king heard the cleric's answer, he was startled and in his heart worried and he could not dodge it anymore. Then the king said: "O Shaykh, if you are not from the ummah of Islam, I will trust you, but in fact you hate it, if we fight the Muslims."
Lalu Syeikh menjawab : "Tunggulah saja yang akan terjadi wahai raja." Sesudah itu bubarlah para Ulama' yang dipanggil raja itu. Kemudian raja pun berfikir wacana ucapan Syeikh, sehingga menjadi lemahlah niatnya untuk mengirim angkatan perangnya untuk memerangi orang-orang Islam.
Then the Shaykh replied: "Wait for the king." After that the Ulama 'dissolved the king called it. Then the king thought about Shaykh's remarks, so that his intention was to send his army to fight against the Muslims.
Setelah isu ini terdengar oleh para pendeta, para kepala segala uskup dan para penguasa kerajaan, maka mereka itu hadir menghadap raja mereka, seraya berkata : "Wahai paduka raja, kekallah kejayaan baginda dan sempurnalah kemenangan baginda. Baginda percaya kepada seorang muslim yang membenci kami dan benci andaikata kami memerangi mereka. Jika baginda mengizinkan kepada kami, pasti kami pancung mereka itu dengan mata tombak." 
After this news was heard by the priests, the heads of bishops and the rulers of the kingdom, they came to their king, saying: "O king, your successes and your triumphs are complete. You believe in a Muslim who hates us and Hate us if we fight them, and if you allow us, we will have them beheaded with spears. "
Akan tetapi raja melarangnya dan tidak menunjukkan izin kepada mereka. Kemudian mereka itu berdiri di sebelah kanan rajanya, dan menggalakkan lagi cita-citanya, sehingga raja itu kembali mengikut kepada ucapan mereka.
But the king forbade him and did not give them permission. Then they stood to the right of their king, and again encouraged their ideals, so that the king returned to follow their words.


Selanjutnya raja itu memerintahkan kepada putera mahkota untuk memimpin peperangan. Kemudian mereka itu berangkat dengan kapal-kapal dan angkutan bahari lainnya. 
Next the king ordered the crown prince to lead the battle. Then they left with other ships and sea ships.
Ternyata mereka itu dihadapi oleh angkatan perang Islam dan mereka melintas ke bahari dengan melaksanakan penyerangan, dan membunuh setiap musuh. Setelah pertempuran berlangsung tiga hari, habis dan binasalah pasukan musuh semuanya, dan tidak seorang juapun yang kembali ke kampung halaman mereka lagi.
Apparently they are faced by the Islamic army and they cross into the sea by doing the attack, and kill every enemy. After the battle lasts three days, runs out and the enemy forces are destroyed, and no one returns to their hometown anymore.
Segera setelah raja mendengar kekalahan mereka, maka berangkatlah beliau menuju Syeikh yang menunjukkan ulasan ta'bir mimpinya, dan beliau minta maaf kepadanya, seraya beliau berkata : "Janganlah kau mengambil tindakan apapun kepadaku." Ternyata raja itu masuk Islam dengan baik secara bersembunyi di hadapan Syeikh, dan beliau diperintahkannya melaksanakan keislamannya dengan baik sepanjang siang dan malam serta diajarkan Al-Qur'an seluruhnya kepadanya, sehingga tersiarlah khabar keislaman raja itu pada segenap penduduk jazirah Shaqliyyah.
As soon as the king heard of their defeat, he set out for the Shaykh who gave his dream ta'bir commentary, and he apologized to him, as he said: "Take no action upon me." It turned out that the king was well converted to Islam in hiding in the presence of the Shaykh, and he was commanded to conduct his Islam well throughout the day and night and taught the Koran entirely to him, so spread the word of the king's religion to all residents of the Shaqliyyah peninsula.
Imam Karmani mengatakan, bahwa barang siapa yang bermimpi sesungguhnya beliau mengendarai gajah ketika tidur siangnya, maka sebagai ta'birnya ialah : beliau akan mencerai dengan isteri.
Imam Karmani said that whoever dreamed he actually drove an elephant during his nap, then as ta'bir is: he will divorce with his wife.


CATATAN / NOTE
Sebahagian dari mimpi yang kita alami mungkin yaitu mainan tidur (gangguan syaitan). Bergantung kepada waktu kita tidur dan kebiasaanya mimpi yang benar selalu berlaku apabila keadaan kita tidur dengan nyenyak terutama 1 jam selepas lena tidur sehingga sebelum waktu subuh. Setiap masalah yang berlaku, berserahlah kepada Qada dan Qadar kerana Allah SWT lah yang maha mengetahui.
Some of our dreams may be sleeping toys (satanic disorders). Depending on the time we sleep and the habit of true dreams is always true if we sleep soundly, especially 1 hour after the surrender of sleep so before dawn. Every applicable matter, surrender to Qada and Qadar for Allah Almighty is the all-knowing.

0 Response to "Tafsir Mimpi Gajah (Menurut Tafsir Islam)"

Post a Comment