Tafsir Mimpi Timbangan (Menurut (Al-Quran Assunnah)

MIMPI WAJAH / MUKA (Menurut Assunnah & Primbon Jawa)

Barangsiapa bermimpi melihat hari final zaman telah datang dan ia menyaksikan betapa mengerikannnya hari tersebut, kemudian ia melihat keadaan mulai reda, tapi tidak usang kemudian situasipun kembali menyerupai semula, itu menerangkan bahwa keadilan pada suatu negri akan diikuti oleh kezaliman suatu kaum yang tidak disangka-sangka akan berbuat demikian. Namun ada juga mahir takwil yang mentakwilkan bahwa mimpi itu menerangkan bahwa si pemilik mimpi sibuk dengan perbuatan maksiat dan perjuangan yang sia-sia, serta ia suka menunda-nunda tobat dan berkeras hati untuk selalu berdusta. Allah SWT berfirman,
بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
".... Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dihentikan mengerjakannya. Dan sebetulnya mereka itu yakni pendusta-pendusta belaka." (QS: al-An'am: 28)

Jika seseorang bermimpi seperti ia telah akrab dengan penghitungan amal perbuatan, maka itu menerangkan ia lalai dalam berbuat kebaikan dan berpaling dari kebenaran, sebagai-mana firman Allah SWT,
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ
"Telah akrab kepada insan hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling [daripadanya]." (QS: al-Anbiya': 1)


Sedangkan bila seseorang bermimpi dihitung amalnya dengan penuh kemudahan, itu menerangkan kasih sayang, keshalehannya dan baiknya kehidupan beragama isterinya. Sedangkan mimpi dihitung dengan perhitungan yang sulit menerangkan banyak kerugian yang akan menimpa orang yang melihat mimpi tersebut. Allah berfirman,
وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُكْرًا
"Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan." (QS. ath-Thalaq: 8)

Barangsiapa bermimpi seperti Allah SWT akan menghitung atau menghisab diri-nya dan amal perbuatannya, kemudian amal perbuatannya itu diletakkan di atas timbangan, dan ternyata amal kebaikannya lebih berat daripada amal keburukannya, maka itu menerangkan ia sedang dalam ketaatan kepada Allah sehingga ia niscaya akan memperoleh ampunan besar di sisi Allah SWT. Adapun bila amal kejahatannya lebih berat daripada amal kebaikannya, maka itu menerangkan bahwa kehidupan beragamanya sangat mengkhawatirkan. Sedangkan mimpi melihat seperti timbangan amal perbuatan diletakkan di atas tangannya menerangkan bahwa orang yang bermimpi itu berjalan pada jalan yang lurus. Allah SWT berfirman,
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang faktual dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) semoga insan sanggup melakukan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan aneka macam manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan semoga Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa" (QS. al-Hadid: 25)

0 Response to "Tafsir Mimpi Timbangan (Menurut (Al-Quran Assunnah)"

Post a Comment